Thanks to my amazing imagination!
Background Illustrations provided by: http://edison.rutgers.edu/

Seenggaknya pernah beberapa kali dapat ‘love notes’ and ‘messages’ dari para ‘secret admirers’.

Lalalalalalalalalala Happiness!! -_____-“

Best Luck!

Anyway, I really like you
You hugged me when I was quietly smiling babe
I waited for today, for your sweetness
Look at me, I’ll protect you babe
I dream every day
Of holding your hand and flying forever, until always

My love, I miss you
It’s destiny, you can’t avoid it
Every day I’m so lucky
I want to confess my hidden heart, I love you

My trembling lips, your fluttering heart
You are my love babe
I know that this is love
I’m happy because of you
This is love babe
I dream every day
Of holding your hand and flying forever, until always

I love you so much that I could risk my everything
I’ll promise you that I’ll care for you
Even if time passes and everything changes
Even if the world ends, my love

You are my luck, I can’t avoid it
Every day I’m so lucky
I want to confess my hidden heart, I love you

Memang ada-ada saja ulah para remaja saat ini, apalagi dalam tingkatan remaja akhir, bukan saja hal-hal biasa yang bisa terjadi dalam hidup mereka, pada usia sembilan belasan dan dua puluhan-nya itu, mereka bisa merancang dan merencanakan berbagai kegiatan dan hal-hal yang akan dilakukan oleh mereka secara apik dan terstruktur. Serta hal tersebut bahkan terkadang tidak bisa terpikirkan oleh orang-orang lain disekitar mereka. Mereka yang ingin, mereka yang mau, mereka yang tau apa yang sedang mereka lakukan, mereka yang melaksanakan hal tersebut dari awal hingga selesai, dan mereka juga harus bertanggung jawab. Pada tingkatan remaja akhir tersebut, mereka tidak hanya akan pasrah menunggu hal-hal yang akan terjadi pada kehidupan mereka, namun mereka sendiri telah mampu menentukan apa yang akan terjadi pada kehidupan mereka kedepan. Tetapi dalam tingkatan ini mereka belum bisa disebut telah dewasa. Remaja akhir cenderung melakukan apa yang mereka sukai dan entah bagaimana hal tersebut harus terwujud. Sedangkan orang-orang dewasa yang saya ketahui ‘selalu benar’, bisa dengan santainya memilah-milah sesuatu yang mereka anggap benar dan salah sebagai langkah yang akan ditempuh dalam proses mencapai sesuatu, melakukannya sendiri dan jarang sekali mendengarkan tanggapan-tanggapan dari sekitar apalagi tanggapan dari seseorang yang umurnya lebih muda dari mereka. Sebenarnya remaja juga tak kalah cerdas untuk menentukan apa-apa yang akan mereka pilih untuk menjadi langkah selanjutnya dalam sebuah proses. “Lawong hanya menentukan saja loh”. Namun dalam hal ini selalu saja tak lepas dari peran orang dewasa yang ‘sok ngatur’ dengan mengandalkan ‘kemampuan mereka yang lebih berpengalaman’. Yang tiba-tiba nongol dan nyerocos blablabla, gini gitu, membicarakan baik dan buruknya hal yang akan kita pilih. Ah, menyebalkan. Kata yang mungkin ada dibenak kalian. Tapi kalian juga pasti sudah mengerti mengapa orang dewasa selalu begitu. Jadi, teruskan sendiri..